Don Dapdape @ Peliatan Festival

Don Dapdape
Tari Don Dapdape

“Don Dapdape”, sebuah lagu rakyat yang sangat populer di kalangan masyarakat Bali. Gending ini kami tampilkan sebagai pembuka pada malam pementasan partisipasi Banjar Kalah (Film & Parodi Legenda Roro Jonggrang) dalam Peliatan Festival, 14 Agustus 2011.

Tari Don Dapdape 1st performance

penari : Tunas MARAGAWI banjar kalah, peliatan, ubud
penata tari : mayumi inouye ( m )
vocal : mareta dewi
keyboard : kadek ferry ( f )

Lagu Don Dapdape (anonim)

Don dapdape, don dapdape lumlum gading
Don dapdape, don dapdape lumlum gading
Panak, panak biyu, panak biyu di Kedaton

Tityang nembe, tityang nembe tuwun megending
Tityang nembe, tityang nembe tuwun megending
Anak, anak liu, anak liu rauh manonton
Ngiring mangkin, ngiring mangkin masukarena
Ampura ugi para semeton sareng sami

Jangi janger arasijang jangi janger

Don Dapdape tampil dalam bentuk vokal tunggal dan tarian selamat datang. Ditarikan oleh 8 orang anak-anak Banjar Kalah, dengan iringan suara Piano (keyboard), dengan versi lagu dan aransemen dari Puspa Dewi, yang ditata kembali oleh f untuk dapat digunakan sebagai iringan tari pembuka yang sederhana.

Gerak tari lagu ini dikoreografi oleh mayumi inouye, yang diadaptasi dari gerakan-gerakan dasar tari klasik Rerejangan, dengan kostum kreasi yang dimodifikasi dan dengan tata warna putih-emas-merah serta hijau muda

Properti tari yang dipakai adalah kipas kreasi dan sampian bokor untuk tabur bunga. Kipas yang digunakan menyerupai kipas Jepang polos, yang kami tata ulang dan cat dengan prada emas. Sedangkan sampian bokor (sempyur) yang digunakan tidak seperti sampian bokor pada umumnya, namun dibuat lebih sederhana, dengan ukuran diameter lebih kecil dan helai-helai daun tiga kali lebih panjang dari ukuran sempyur biasa, dengan tabur bunga satu warna (merah).

Don Dapdape
Tari Don Dapdape

Puji syukur dan terima kasih kami kepada semua yang terlibat, juga para ibu yang begitu semangat membantu persiapan make-up, berbusana, dan pembuatan sempyur. Serta seluruh warga Banjar Kalah dan masyarakat desa Peliatan yang ikut memberikan apresiasinya pada pementasan ini.

Tarian ini akan dapat dengan mudah dipelajari anak-anak baik dari tingkat TK maupun SD, atau yang hanya memiliki kemampuan dasar tari Rejang, oleh karena koreografi gerakan-gerakan pada tarian ini relatif mudah dan sederhana. Juga dari sisi iringan yang hanya memakai satu jenis alat musik keyboard, memungkinkan untuk dapat ditampilkan di tempat yang tidak tersedia gamelan Bali, luar daerah, atau bahkan luar negeri.

Semoga karya ini dapat berkenan dan juga dapat menjadi sebuah alternatif untuk menarik minat anak-anak dalam memulai mempelajari olah gerak tari Bali, serta ikut memberikan warna baru dalam perkembangan kesenian di Bali.

Matur Suksma!
Terima Kasih!

↑TOP↑