I Ketut Madra dan Lukisan Wayang Tradisi Bali

alt="I Ketut Madra dan Lukisan Wayang Tradisi Bali"
I Ketut Madra, 2013

I Ketut Madra adalah seorang pelukis tradisional Bali asal Banjar Kalah, Peliatan, Ubud. Ia tinggal satu Banjar dengan f dan m . Selain seorang pelukis ia juga adalah seorang penari topeng dan penabuh gamelan. Dalam menabuh gamelan I Ketut Madra bersama f aktif di sanggar Dewi Sri, Tirta Sari, dan Sekaa Gong Gurnita Sari Banjar Kalah.

Dulu f dan m pernah diberi kesempatan oleh I Ketut Madra untuk ikut bersamanya ngayah melukis Umbul-umbul untuk Pura Dalem Gede Peliatan. Meskipun f dan m bukan pelukis, tapi sungguh bagi mereka itu adalah sebuah pengalaman yang sangat bagus!

Umbul-Umbul (Balinese Hinduism Flag)
Umbul Umbul Dragon 2009-2013

Tahun ini, dibantu oleh seorang teman lamanya, I Ketut Madra mengadakan sebuah acara pameran lukisan bertempat di Museum Puri Lukisan, Ubud. Judul pameran tersebut adalah “Ketut Madra and 100 Years of Balinese Wayang Painting” berlangsung dari tanggal 7 Oktober s/d 7 November 2013.

Kami sempat berkunjung ke pameran ini untuk melihat karya-karyanya, karena belum semua karyanya pernah kami lihat. Termasuk karya-karya yang dibuatnya di tahun 1970-an yang saat ini sudah dikoleksi pihak museum dan kolektor.

alt="I Ketut Madra dan Lukisan Wayang Tradisi Bali"
I Ketut Madra on his exhibition in 2013
“Ketut Madra and 100 Years of Balinese Wayang Painting”

Kami senang karena ketika berkunjung ke pamerannya dapat bertemu langsung dengannya. Seperti pengalaman-pengalaman kami bersama I Ketut Madra sebelumnya, ia suka bercerita terutama berkaitan dengan agama dan cerita-cerita pewayangan seperti Mahabharata dan Ramayana. Begitu pula ketika kami bertemu saat pameran tersebut, dengan bahasanya yang sederhana ia bercerita tentang cerita dalam lukisannya.

alt="I Ketut Madra dan Lukisan Wayang Tradisi Bali"
Painting of “Sita Satya” (Sita’s Ordeal by Fire) on his exhibition in 2013
“Ketut Madra and 100 Years of Balinese Wayang Painting””

Di dalam gedung pameran kami melihat sebuah lukisan yang ukurannya sangat besar. Wow, lukisan itu adalah lukisan “Sita Satya”. Kami memiliki kenangan tersendiri atas lukisan ini karena kami melihat proses pembuatannya dari awal hingga selesai.

alt="I Ketut Madra dan Lukisan Wayang Tradisi Bali"
Painting of “Sita Satya” (Sita’s Ordeal by Fire) – I Ketut Madra at work, July 2010

alt="I Ketut Madra dan Lukisan Wayang Tradisi Bali"
Painting of “Sita Satya” (Sita’s Ordeal by Fire), 2011

alt="I Ketut Madra dan Lukisan Wayang Tradisi Bali"
Painting of “Sita Satya” (Sita’s Ordeal by Fire) – I Ketut Madra at work, 2012

alt="I Ketut Madra dan Lukisan Wayang Tradisi Bali"
Painting of “Sita Satya” (Sita’s Ordeal by Fire) at Atelier, 29 November 2012
From left: Ni Wayan Kondri (Ketut’s wife), m and I Ketut Madra

Lukisan “Sita Satya” ini selesai pada November 2012, setelah dua tahun lebih pengerjaannya yaitu sejak Juli 2010. “Sita Satya” adalah lukisan terbesar yang pernah ia buat. Sungguh sebuah karya yang menakjubkan!

Selamat dan sukses kepada bapak I Ketut Madra atas pameran lukisannya di Museum Puri Lukisan Ubud Bali 2013.

I Ketut Madra on Film

I Ketut Madra

I Ketut Madra

I Ketut Madra

I Ketut Madra, pelukis tradisional Bali. Ia mulai menekuni corak tradisi ini sejak tahun 1950-an. Banyaknya karya yang telah dihasilkannya menjadikan ia salah satu pelukis yang dikenal masih kental mempertahankan corak tradisi Wayang. Karyanya bahkan pernah menjadi koleksi Istana Presiden (1976). Selain di Indonesia karya-karyanya juga pernah dipamerkan di Harvard University USA (1973), dan Jepang (1991, 1999). Atas keindahan karya dan dedikasinya di bidang seni lukis tradisional ia dianugrahi penghargaan oleh Gubernur Bali Ida Bagus Mantra pada tahun 1987 dan 1989, serta beberapa penghargaan dari lembaga-lembaga swasta baik dalam maupun luar negeri.

↑TOP↑