Mengenang Sang Guru (1)

essay Mengenang SANG GURU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Gungkak Mandara Ni Made Sengog

MENGENANG SANG GURU
A Tribute to Anak Agung Gde Mandera and Gusti Made Sengog

Kilas Balik Sebuah Pementasan Seni di Peliatan
sungguh memukau !!

Beberapa tahun yang lalu,tepatnya 26 Agustus 2007, di sebuah desa di Ubud, Bali, yaitu desa Peliatan telah dibuka secara resmi oleh Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Agung Bharata, pameran foto dan pagelaran seni dalam rangka mengenang guru tari dan tabuh Peliatan yang sangat berjasa dalam melestarikan dan memperkenalkan seni tari Bali ke mancanegara, yang sekaligus merupakan cikal bakal dikenalnya seni pertunjukan Bali di tingkat internasional.
Adalah Anak Agung Gde Mandera (sering dipanggil Gungkak Mandera) dan Gusti Made Sengong (Biang Sengog),yaitu melalui acara “MENGENANG SANG GURU – A Tribute to Anak Agung Gde Mandera and Gusti Made Sengog”.

Salah satu yang menjadi ciri khas akan Dwi Tunggal ini adalah gaya yang diajarkan, dikenal dengan “gaya Peliatan”, yang sampai sekarang masih lestari dan menjadi salah satu kekayaan khasanah seni tari Bali, khususnya tari Legong.

Jauh hari sebelum dicetuskannya ide pementasan ini, saya diundang untuk menghadiri sebuah rapat oleh salah seorang penari Peliatan. Saya diundang selaku perwakilan dari grup atau sekaa dari generasi muda. Setibanya di Balerung stage, tempat diadakannya rapat ini, saya terkesimak melihat peserta yang hadir adalah mereka para murid dari lima generasi, kurun waktu 1950an sampai tahun 1970an. Hal yang menarik perhatian saya ketika itu adalah mendengarkan obrolan mereka, kangen-kangenan akan masa lalu mereka yang penuh suka duka bagaimana mereka dididik, dibina, sampai pada tahap mereka harus mempertaruhkan nama sekaa, desa, dan bahkan nama negara, untuk tampil pertama kali di dunia internasional. Sungguh suatu pengabdian yang luar biasa !

Dari hasil pembicaraan ini tercetus suatu ide untuk mengenang kembali jasa “Sang Guru” dan para seniman tari dan tabuh pendahulunya, yang telah mengharumkan nama sekaa, desa dan bangsa, dengan bermodalkan niat dan kesungguhan hati akan suatu pengabdian seni, serta sebagai wujud ungkapan penghormatan, kasih sayang, dan rasa terima kasih melalui serangkaian pementasan tari dan tabuh klasik Peliatan. “MENGENANG SANG GURU – A Tribute to Anak Agung Gde Mandera and Gusti Made Sengog”

+++++
Author : kadek ferry © f-studio
Photo : Doc. Mengenang Sang Guru 2007 (Press Conference)
Thanks to Rodney Merrill

↑TOP↑